Skema Penyaluran Raskin di Ciamis Berubah jadi Bansos Rastra

Skema Penyaluran Raskin di Ciamis Berubah jadi Bansos Rastra

Skema Penyaluran Raskin di Ciamis Berubah jadi Bansos Rastra
Berita Ciamis -Warga penerima faedah Program pertolongan Sosial Bersa Sejahtera (Bansos Rastra), Senin  (05/02/2018), berduyun-duyun mendatangi Kantor Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis, mengambil jatah beras gratis
Kasi Pelayanan Desa Ciakar, Yusup Jamaludin, ketika dijumpai Koran HR, Senin (05/02/2018), menjelaskan, dari ketika awal Bulan Januari 2018 beras miskin (Raskin) berubah nama menjadi Basos Rastra
Meski berubah nama, Yusup menuturkan, hitungan penerima Bansos Rastra di wilayahnya masih tetap setara layaknya sediakala. Artinya, pendudukpenerima Bansos Rastra sesuai dengan data penerima faedah program Raskin.
“Tapi, kuota penerima faedah Bansos Rastra yang awalnya berjumlah 276 KK, kali ini datanya merasakan penurunan, menjadi 249 KK atau sesuai dengan data yang diterima dari Dinas Sosial,” katanya
Yusup mengungkapkan, beras yang diberikan melewati program Bansos Rastra diberikan kepada masyarakat secara cuma-cuma atau lebih dikenal gratis. cuma saja, penduduk penerima faedah sesegera mungkin mengambilnya sendiri ke Kantor Desa Ciakar
Juned, perangkat Desa Ciakar, ketika dimintai keterangan, Senin (05/02/2018), memaparkan proses pengambilan beras program Bansos Rastra. rujukan olehdia, tiap penerima faedah akan dikasi surat undangan dari pemerintah desa
Tujuannya, kata Juned, supaya penerima program langsung mengambilnya langsung dengan tidak adanya perantara. Dia berharap, penyaluran pertolongannon tunai dapat menjangkau keperluan disamping pangan.
“Kami juga berkeinginan pemerintah pusat mempertimbangkan keperluan Non Tunai buat keperluan lainnya, layaknya gas elpiji ataupun pupuk. Sebab, pemberian BPNT bakal tepat tujuan pasal data yang dipakai telah melewati verifikasi di beragam tingkatan,” katanya
Senada dengan itu, Kepala Desa Ciakar, Sulaeman Nurdjamal, ketika dijumpai Koran HR, Senin (05/02/2018), membenarkan pergantian nama program Raskin menjadi Bansos Rastra tersebut.
“Pemerintah sudah mengganti skema penyaluran beras sejahtera dari pangan bersubsidi menjadi pertolongan sosial pangan. pergantian skema pertolongan dari subsidi menjadi Bansos akan bikin hitungan penerima Rastra berkurang,” katanya
Kedepannya, kata Sulaeman, masyarakat miskin yang lebih awal mendapat Rastra akan dikonversi bantuannya ke cara non tunai, yaitu pertolongan Pangan Non Tunai (BPNT). Pemberiannya akan disalurkan melewati rekening perbankan yang tujuannya buat pembelian keperluan pokok lainnya diluar beras.
“Untuk penerima program Bansos Rastra, masing-masing akan menemukan sejumlah 10 kilogram beras,” katanya
Yeti, salah seorang penerima manfaat, ketika dijumpai Koran HR, Senin (05/02/2018), menuturkan bersyukur serta memberitahukan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang senantiasa memperhatikan masyarakat tak mampu.
“Bagi masyarakat miskin, beras 10 kilogram begitu amat berarti, terlebih jika diberikan secara cuma-Cuma,” katanya .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *